Laporan KhususNasionalOperasi Delima
Trending

2. Analisa Operasi Delima

Analisa ini tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun, analisa ini dibuat sebagai hak jawab publik terhadap bantahan BIN tentang Operasi Delima yang telah terungkap di Markaz Syariah Megamendung.

Hal ini perlu dilakukan agar ada pemberitaan yang berimbang, karena masyarakat sudah cerdas dalam menerima informasi. Apalagi dalam Era Teknologi saat ini.

Juga untuk lebih memperjelas data ketiga orang tersebut, semoga bisa memudahkan Aparat untuk bisa menangkap mereka.

Sesuai dengan pernyataan Deputi VII Bidang Komunikasi BIN, Wawan Hari Purwanto :

Ia meminta kepada publik bahwa jika ada orang yang mengaku-aku dari BIN silakan dilaporkan kepada yang berwajib. β€œBiar jelas dan tuntas secara hukum dan tidak digoreng di panggung opini publik,” tegas Wawan.

Beranikah Pihak Berwajib menangkap mereka, jika benar 3 orang ini Anggota BIN gadungan ????

Untuk memulai analisa ini, kami cukup mengambil 1 data yang dimiliki oleh Serka Dwi Waryadi, 1 dari 3 Anggota BIN yang terungkap di Megamendung. Dwi Waryadi mempunyai 2 KTP lain dengan nama berbeda, dan nama Dwi Waryadi ini menjadi hal menarik untuk membahasnya terkait dengan Operasi Delima.

F 1235 KA Plat Nomor Palsu Mobil Mitsubishi Xpander.

BAT/BIF mendapati sebuah mobil berada di Markaz Syariah Megamendung. Setelah diperiksa, mobil tersebut menggunakan Plat Nomor Palsu F 1235 KA

Didalam mobil tersebut terdapat 3 orang : Irsyad Ibrasma, Anom Apriyanto dan Dwi Waryadi. Awal pemeriksaan mereka mengaku sebagai Jurnalis, namun BAT/BIF tidak bisa percaya begitu saja, karena ternyata mereka menggunakan Plat Nomor Mobil Palsu

Dari hasil pemeriksaan tersebut, kami mengambil satu nama DWI WARYADI. Karena nama ini mempunyai banyak identitas, dan terkait erat dengan pergerakan Operasi Delima di Megamendung

Mobil ini menjadi petunjuk jelas keterlibatan BIN dalam Operasi Delima

STNK B 1528 COZ beralamat sama dengan KTP Dwi Waryadi.

Tim kami mendapati STNK Mobil Mitsubishi Xpander dengan Plat Nomor B 1528 COZ, dimiliki Freska Amalia yang beralamat di Jl. Krakatau V No. 76 RT01/RW09, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas. Tangerang

Alamat tersebut juga digunakan Dwi Waryadi pada KTP dan SIM C, dengan kata lain Dwi Waryadi dan Freska Amalia menempati alamat yang sama.

Alamat STNK B 1528 COZ sama dengan Alamat KTP dan SIM Dwi Waryadi. Artinya Serka Dwi Waryadi membawa mobil pribadi dalam tugas pengintaian.
Lokasi rumah tempat Serka Dwi Waryadi tinggal, berdasarkan Google Street View

Lalu siapakah Dwi Waryadi ? dan apa kaitan dengan Operasi Delima.

Selain Kartu Anggota BIN dan KTP, ditemukan juga Kartu Anggota TNI AD milik Serka Dwi Waryadi.

Kartu Baru

  • Nama : Dwi Waryadi
  • Pangkat : Serka
  • Jabatan : Pengolah Data Intelijen BINDA Kalimantan Selatan
  • Kesatuan : BIN
  • Dikeluarkan : Jakarta, 9 Desember 2019

Kartu Lama

  • Nama : Dwi Waryadi
  • Pangkat : Serka
  • Jabatan : BA Denma Mabesad
  • Kesatuan : Denma Mabesad
  • Dikeluarkan : Jakarta, 14 Agustus 2015
Ke 4 Kartu Identitas ini dimiliki oleh Dwi Waryadi

Sampai disini sudah dapat disimpulkan Serka Dwi Waryadi adalah Anggota BIN yang terlibat dalam Operasi Delima, dibuktikan dengan beberapa Kartu identitas yang sudah tervalidasi.

  1. KTP atas nama Dwi Waryadi
  2. Kartu Anggota TNI AD/Kesatuan BIN atas nama Dwi Waryadi
  3. Kartu Anggota BIN atas nama Dwi Waryadi
{
"NIK": "3671091412840006",
"NAMA": "DWI WARYADI",
"DISDUKCAPIL": {
"PROVINSI": "BANTEN",
"KOTA_KAB": "KOTA TANGERANG",
"KECAMATAN": "CIBODAS"
},
"JENIS_KELAMIN": "LAKI-LAKI",
"TGL_LAHIR": {
"Tanggal": "14",
"Bulan": "12",
"Tahun": "1984"
},
"KODE_UNIK": "0006",
"SERVER": "00"
}

Sekali lagi, analisa ini bukan hendak menyudutkan siapapun. Namun sebagai hak jawab publik atas bantahan BIN.

Apakah data tersebut masih belum cukup membuktikan, bahwa ketiga orang yang berada di Markaz Syariah Megamendung adalah Anggota BIN ?

Ditemukan juga Surat Bukti Pemotongan Pajak atas nama Serka Dwi Waryadi.

Mungkin masih banyak yang menyangkal temuan dan analisa ini, dan selalunya akan dilabel sebagai Hoax tanpa ada bantahan yang jelas. Tapi baiklah kami lanjut dengan temuan dokumen yang lain.

Dalam keterangan Surat Bukti Pemotongan Pajak, tertulis jelas nama Serka Dwi Waryadi dengan Jabatan BA Mabes TNI ( BIN ).

Surat Bukti Pemotongan Pajak ini semakin menguatkan kesimpulan analisa kami, bahwa Dwi Waryadi adalah Anggota BIN dari TNI AD. Yang terlibat dalam Operasi Delima yang terungkap di Megamendung.

Surat Bukti Pemotongan Pajak atas nama Serka Dwi Waryadi
Data di Surat Bukti Pemotongan Pajak, sama dengan data Identitas Dwi Waryadi

Dwi Waryadi sendiri mempunyai beberapa identitas lain, seperti KTP, Kartu Jurnalis, Kartu Karyawan, SIM A dan C atas nama berbeda. Dan sudah rahasia umum  seorang Intelijen menggunakan banyak identitas palsu dalam penyamarannya.

KTP dan SIM dengan Foto Dwi Waryadi tetapi dengan nama berbeda
Kartu identitas Jurnalis dan Peneliti yang dimiliki Dwi Waryadi dengan nama berbeda.

Sanggah Netizen :

HOAX, mana ada Anggota Intelijen tugas bawa Kartu Anggota dan dokumen ?

 

Kami jawab :

ANGGOTA INTELNYA YANG TOLOL.

Tugas pengintaian bawa mobil pribadi dengan STNK lengkap.

Bawa KTA, Surat Pajak dan lain lain.

Bodohnya lagi sekelas Intelijen masih menggunakan Whatsapp Group.

Kalau HOAX kenapa gak ditangkap itu INTEL BIN GADUNGAN tersebut ?

Jika mereka 3 Anggota BIN gadungan, kenapa tidak ditangkap ?

Pada Oktober 2014, seorang pria di Tegal ditangkap aparat Kodim. Tersangka ditangkap karena banyaknya laporan mengenai adanya Anggota BIN yang berkeliaran merekrut Anggota BIN baru.

Tersangka dalam aksinya selalu membawa Kartu Anggota BIN, dan juga menunjukkan fotonya berseragam TNI

Berita diatas adalah salah satu contoh kasus di tahun 2014, pelaku yang mengaku Anggota BIN, membawa Kartu Anggota BIN palsu serta berfoto menggunakan seragam TNI AD akhirnya ditangkap Pihak Berwajib.

Penangkapan tersebut memerlukan waktu yang tidak sebentar, karena Pihak berwajib memerlukan data lengkap untuk bisa menelusuri keberadaan orang tersebut.

Kembali kepada kasus terungkapnya 3 Orang Anggota BIN yang terlibat dalam Operasi Delima, Pihak BIN membantah bahwa itu semua adalah Hoax.

BIN menyatakan bahwa mereka adalah Anggota BIN Palsu dan menggunakan Kartu Anggota BIN Palsu.

Lantas mengapa tidak ada tindakan dari pihak berwajib untuk menangkap mereka ?

 

Data dan Profil sudah jelas dan mudah untuk dicari, apa yang menyebabkan 3 orang ini tidak ditangkap juga ??

Dengan membaca situasi tersebut kami hanya bisa menyimpulkan bahwa BIN sudah kehabisan kata untuk menjelaskan kejadian tersebut.

Untuk melengkapi jawaban dari bantahan BIN terhadap 3 Anggotanya dalam Operasi Delima, kami tunjukkan foto foto lengkap yang berhasil kami dapatkan saat BAT/BIF memeriksa tas mereka.

Semoga dengan analisa ini publik dapat menyimpulkan, fakta yang sebenarnya terjadi. Dan tidak hanya menerima satu sisi berita yang dengan mudah di labelkan Hoax tanpa ada pembuktian yang jelas.

Hal seperti ini harus dijelaskan ke Publik dengan sebenarnya, terlebih Operasi Delima ini terjadi 3 hari sebelum Pembantaian KM50 yangmenewaskan 6 Laskar FPI.

Dimana dalam percakapan Whatsapp Group Kujang Operasi Delima, ditemukan serangkaian Rencana Teror dan Sabotase terhadap HRS.

Selanjutnya “Rencana Teror dan Sabotase Operasi Delima”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button