Catatan RedaksiHukumNasional
Trending

Diksi “Saling Tembak”

Danramil 04/Cengkareng Kapten CPL R. Edy Moerdoko marah kepada Jurnalis Inews yang merilis berita Penembakan Anggota Kostrad TNI oleh Bripka Cornelius Siahaan. Hal ini disebabkan judul berita dan running text Berita Inews siang tertulis “SALING TEMBAK. TIGA ORANG TEWAS”

Kapten Edy Moerdoko menegur Jurnalis yang merilis berita tersebut karena dikhawatirkan Judul berita tersebut akan menjadi penggiringan opini yang bisa memecah sinergitas TNI-Polri.

 

Terlepas dari Inews sudah memberikan klarifikasi terkait judul berita “Saling Tembak”, judul berita serupa juga pernah terjadi saat kejadian Penembakan 6 Laskar

 

Seperti di ketahui, Pihak keamanan Kafe RM, Martinus Riski Kardo Sinurat yang juga seorang Pratu Kawal Denma Kostrad ini ditembak secara brutal oleh Bripka Cornelius Siahaan dalam kondisi mabuk karena mengkonsumsi minuman keras pada tanggal 25/02/2021 dini hari sekitar pukul 04:30 WIB.

Kejadian bermula sekitar pukul 04:00 WIB ketika Kafe RM hendak tutup dan pelanggan lain sudah meninggalkan tempat, salah satu pegawai Kafe RM menyerahkan bill/tagihan sebesar Rp.3.335.000

Entah apa yang membuat Bripka Cornelius Siahaan ini marah dan tidak mau membayar tagihannya, mungkin karena mabuk dan sedang dalam pengaruh alkohol. Atau mungkin juga Bripka Cornelius Siahaan memang lagi tidak punya uang hingga menolak untuk membayar tagihan tersebut.

Kemudian tanpa diduga Bripka Cornelius Siahaan marah dan mengeluarkan senjata api dan kemudian secara beringas dan membabi buta menembak 4 orang yang berada di Kafe RM Cengkareng.

Setelah puas menembak dan tanpa merasa bersalah, Bripka Cornelius Siahaan kemudian keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan di jemput temannya dengan menggunakan Mobil.

 

Diksi “Saling Tembak” dan Pembantaian KM50

Munculnya judul berita “SALING TEMBAK” yang dirilis Inews tidak lepas dari judul judul sebelumnya yang juga pernah dirilis terkait Pembantaian KM50. Dan bukan sepenuhnya kesalahan Inews, karena judul tersebut pernah di rilis Kapolda pada saat Konferensi Pers terkait penembakan 6 Laskar FPI.

Diksi “SALING TEMBAK” ini juga digunakan Kapolda pada saat Konferensi Pers terkait penembakan 6 Laskar FPI. Keterangan yang dirilis Polda sama dengan kutipan Laporan Briptu Fikri Ramadhan yang melaporkan 6 Laskar yang sudah tewas.

Dimana dalam laporannya disebutkan “karena kondisi petugas dalam keadaan terdesak maka petugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku”

Laporan Briptu Fikri Ramadhan ini kemudian diucapkan Kapolda Fadil Imran dalam Konferensi Pers terkait penembakan 6 Laskar FPI 07/02/2021, dilanjutkan dengan keterangan yang berubah ubah berikutnya menjadi “Saling Tembak” atau “Tembak menembak”

Keterangan Kapolda Fadil Imran ini kemudian di kutip berbagai media, sebagai legitimasi petugas dalam menembak mati 6 Laskar. Sehingga akan terbentuk opini media dan opini publik bahwa Petugas diserang oleh 6 laskar yang membawa senjata api.

Maka diksi “Tembak menembak” dan “Saling Tembak” ini kemudian viral di TV Swasta, Media Online dan Media Cetak. Hal ini menjadi Opini pembenaran petugas dalam menembak mati 6 Laskar, dan menjadikan Korban Pembantaian KM50 sebagai tersangka penyerangan petugas yang harus ditembak mati.

Operasi Media Membangun Opini.

Masifnya Diksi “Saling Tembak”, “Baku Tembak” di Media TV, Media Online dan Media Cetak, terjadi secara serempak sehingga terbaca seperti Operasi Media dan berharap agar publik percaya sepenuhnya dengan pernyataan yang dikeluarkan Fadil Imran.

Dan berharap juga agar publik percaya bahwa “Tembak menembak antara Polisi dan Laskar” benar benar terjadi. Walaupun akhirnya dibantah oleh Munarman dan HRS, bahwa pernyataan Fadil Imran yang mengatakan 6 Laskar menyerang dengan Senjata Api dan Senjata Tajam adalah Fitnah Besar.

Dimana akhirnya terjadi keraguan terhadap pernyataan Fadil Imran, setelah 6 Jenazah kembali ke Petamburan dan dimandikan ternyata ditemukan banyak luka bekas penyiksaan. Seperti kulit tangan dan badan melepuh, luka memar, kuku lepas dll.

Keraguan ini juga yang mendorong adanya Investigasi Independen dari beberapa Jurnalis, karena bagaimana mungkin “Saling Tembak” terjadi sementara Laskar tidak mampu membeli apalagi dibekali senjata apapun.

Dan ketika 6 Laskar tewas seharusnya hanya ada luka tembakan saja. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, begitu sulitnya jenazah 6 Laskar dibawa pulang. Dan ketika pulang dan dimandikan, tubuh ke 6 Jenazah Laskar penuh dengan luka luka penyiksaan.

Kulit badan dan tangan melepuh, kemaluan luka dan bengkak, kuku terlepas dan juga luka memar. Dalam beberapa kejadian di beberapa negara, korban “Saling Tembak” tewas hanya ada luka tembakan dan “TIDAK ADA” luka luka penyiksaan.

OPERASI MEDIA

Operasi Media membangun opini dengan diksi “Saling tembak” sejalan dengan pernyataan Fadil, meninggalkan residu pada Jurnalis  Inews dengan judul berita “SALING TEMBAK, TIGA ORANG TEWAS”

Dan ini bukan sepenuhnya kekeliruan Jurnalis Inews, karena diksi “Saling Tembak” muncul sejak awal penrnyataan Fadil yang di kutip banyak media dan ke mudian viral sampai meninggalkan residu hingga hari ini.

Operasi Media membangun diksi seperti ini, bukan cuma kali ini terjadi.

Kasus “Madam Bansos” beberapa waktu lalu juga terjadi Operasi Media membangun Opini dengan diksi yang hampir sama di semua Media, baik Media TV, Media Online dan Media Cetak. Diksi ini dibuat untuk menyelamatkan nama anak “Pak Lurah” yang terindikasi terlibat Korupsi Bansos yang juga melibatkan Menteri SOK SIAL Juliari Batubara.

Seperti apa Operasi Media selamatkan nama anak “Pak Lurah” ?

Next “Bansos Anak Pak Lurah” (zulu/oscar)

 

2 Comments

  1. Ya Allah gantilah kesakitan, kepedihan, dan kenyerian mereka 6 laskar pengawal Imam Besarku dengan kenikmatan tiada tara di alam sana, jadikan mereka syahid, beri keluarga mereka ksejahteraan di kehidupannya. Dan beri hidayah pada mereka pelaku kejahatannya.

    Dan beri kami pemimpin negara yang setidaknya memiliki sifat seperti Rosulullah saw….. Aamiin….

  2. Assalaamu’alaikum.
    Bgm caranya mendownload video2 yang ada di web ini? Untuk cadangan penyebarannya krn jika ke sini harus menggunakan VPN dan banyak orang yang tidak terbiasa menggunakan VPN.

    Ada catatan ttg penggunaan Bitcoin : Bitcoin dapat dilacak
    https://www.buybitcoinworldwide.com/anonymity/

    Kalau mau yg lebih anonimus, gunakan : Monero (pesaing bitcoin)

    Salam
    Abdullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button