Catatan RedaksiLaporan KhususNasional
Trending

Pertemuan BG dan HRS terkait Rekonsiliasi dan SP3

Budi Gunawan memberikan ucapan selamat terkait SP3

Kapolda Metro Jaya Fadil Imran berencana mengangkat kembali Kasus Fake Chat yang sudah SP3.

CECUNGUK macam Fadil Imran ini sok jadi Pahlawan kesiangan, tapi buta Informasi di Rantai Komando

Saat itu HRS berencana melakukan perjalanan ziarah ke Yaman, namun kali ini perjalanan ziarah ke Yaman terpaksa harus dipercepat. HRS dan keluarga bergegas kembali ke Saudi Arabia dalam rangka pertemuan dengan BG yang diutus oleh Jokowi untuk melakukan rekonsiliasi.

Dimana sebelumnya sudah ada beberapa pertemuan dari perwakilan BG yg melakukan pendekatan dengan HRS, walaupun akhirnya pertemuan tersebut dibantah oleh Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto.

Pertemuan dengan HRS dan BG yang diutus oleh Jokowi untuk melakukan Rekonsiliasi

Bukan saja Budi Gunawan dan Tim BIN yang pernah melakukan pertemuan dengan HRS, beberapa Petinggi Partai pun pernah bertemu dengan HRS. Pertemuan tersebut selain dilakukan di rumah HRS di Mekah, juga dilakukan di Al Seddah Restaurant Mekah.

Seperti pertemuan dengan Prabowo yang dilakukan di rumah HRS, juga pertemuan dengan Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri yang dilakukan di Al Seddah Restaurant Mekah.

Bahkan sepanjang 2017-2018 Tito Karnavian yang ketika itu menjabat sebagai Kapolri juga pernah melakukan 2 kali pertemuan dengan HRS di Intercontinental Hotel Mekah.

Baca juga : “Air Mata Buaya Tito Karnavian di Mekah”
Tito Karnavian melakukan pertemuan dengan HRS di Intercontinental Hotel Mekah.
Kunjungan Prabowo ke Rumah HRS di Mekah.
Al Seddah Restaurant Mekah, di tempat ini Ketua DPP PDIP melakukan pertemuan dengan HRS

Tim BIN yang merupakan perwakilan dari Budi Gunawan melakukan beberapa kali pertemuan awal di Red Sea Palace Hotel Jeddah dan di Al Seddah Restaurant Mekah

Tim BIN yang merupakan perwakilan dari Budi Gunawan melakukan beberapa kali pertemuan awal di Red Sea Palace Hotel Jeddah dan di Al Seddah Restaurant Mekah, untuk mengatur pertemuan utama dengan BG.

Dimana sebelumnya Kolonel Sinyo datang berkali kali ke rumah HRS untuk mengatur pertemuan dengan BG dan Mayjen TNI Agus Suharto sebagai Komandan Operasi BIN.

Al Seddah Restaurant Mekah tempat pertemuan HRS dan Tim BIN
Al Seddah Restaurant Mekah tempat pertemuan HRS dan Tim BIN

“Kolonel TNI Sinyo” datang berkali kali ke rumah HRS untuk mengatur pertemuan dengan BG dan Mayjen TNI Agus Suharto sebagai Komandan Operasi BIN

Tim BIN melakukan komunikasi untuk mengatur pertemuan dengan BG. Tim BIN menginap di Red Sea Palace Hotel, Jeddah. Sementara BG menginap di Intercontinental Hotel, Jeddah.

Budi Gunawan yang datang dari Turki setelah mendampingi Jokowi dalam pertemuannya dengan Erdogan, didampingi beberapa Jenderal Polisi Aktif dari Mabes Polri, baik dari Bagian Reskrim maupun Intelkam.

BG cs bersama Tim BIN yang sudah lebih dulu ada di Jeddah menggelar pertemuan dengan HRS di Executive Room Intercontinental Hotel – Jeddah.

Tim BIN antara lain :

1. Mayjen TNI (Purn) Agus Suharto – Komandan Operasional BIN alias Jimbon

2. Muhammad Bawe’el (Alm)

3. Hafiz – Staff KBRI Riyadh

4. Dede a.k.a Jamal

5. Kolonel Sinyo ( beberapa kali datang ke Rumah HRS )

Kolonel Sinyo kini sudah berpangkat Brigjen TNI yang tadinya Agen Madya pada Direktorat Jawa dan Bali Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN kini menjadi Kabinda Kalimantan Tengah.

Red Sea Palace Hotel tempat menginap Tim BIN
Intercontinental Hotel Jeddah, tempat menginap Ka BIN Budi Gunawan ketika bertemu dengan HRS

HRS meminta beberapa syarat :

  • HRS meminta cabut dulu kasus “Fake Chat yg kalian bikin”.

  • Bebaskan beberapa aktivis yang kalian kriminalisasi.

Setiba di Saudi Arabia, HRS melakukan pertemuan dengan BG sebagai orang yang tidak banyak bicara, dan lebih cenderung mendengarkan.

Disaat ingin melakukan pembicaraan, HRS menyatakan “Kita bisa melakukan pembicaraan dengan syarat, tidak ada negosiasi tanpa persyaratan yg jelas.”

BG menanyakan persyaratan apa yang dikehendaki oleh HRS. Sebelum ada negosiasi perundingan rekonsiliasi, HRS meminta beberapa syarat.

  1. HRS meminta cabut dulu kasus “Fake Chat yg kalian bikin”.
  2. Bebaskan beberapa aktivis yang kalian kriminalisasi.

Bila itu terpenuhi maka berarti bahwa anda (Budi Gunawan) memang punya kekuasaan penuh dalam negosiasi rekonsiliasi ini.

Karena saya (HRS) tidak akan melakukan negosiasi dengan seseorang yang tidak punya kekuasaan untuk menentukan.

Deal !!

Kesepakatan itu akhirnya terlaksana, dan ternyata “Kasus Fake Chat DICABUT !!”

Dan beberapa aktivis di lepaskan, yang sebelumnya berulangkali pernah dijanjikan oleh Wiranto, Tito Karnavian dan pejabat lainnya tidak pernah berhasil.

Bersyukurlah beberapa Aktivis yang saat itu dilepaskan.

Tanpa ada kepakatan HRS dan BG, para Aktivis tersebut mungkin masih berada di dalam Penjara

Jadi jelas dan FIX !

Ada “KEKUATAN” diatas Menkopolhukam Wiranto dan Kapolri Tito pada saat itu.

Deal !! Kesepakatan itu akhirnya terlaksana, dan ternyata “Kasus Fake Chat DICABUT !!” Dan beberapa aktivis di lepaskan.

Polisi benafrkan SP3 Kasus Fake Chat HRS

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/17/07535121/polisi-benarkan-sp3-kasus-chat-whatsapp-rizieq-shihab-dihentikan

Kepala BIN Budi Gunawan akhirnya memberikan Ucapan Selamat kepada HRS atas di cabutnya/SP3 Kasus Fake Chat

Amplop Kartu Ucapan Selamat dari BG kepada HRS atas SP3 Kasus Fake Chat
Kartu Ucapan Selamat dari BG kepada HRS atas SP3 Kasus Fake Chat
Bagian dalam Kartu Ucapan Selamat dari BG kepada HRS atas SP3 Kasus Fake Chat
Bagian dalam Kartu Ucapan Selamat dari BG kepada HRS atas SP3 Kasus Fake Chat

Sekarang, cecunguk model Fadil Imran ngoceh lagi tentang Fake Chat tersebut dan berencana akan menaikkan lagi kasus tersebut.

Apakah dia sok jadi pahlawan kesiangan yang tidak mengetahui tentang kesepakatan HRS dan BG ?

Atau memang Fadil Imran cuma model seperti Tito Karnavian dan Wiranto yang cuma jadi bonekanya BG ?

“Asset” di Pejaten memberikan bocoran, bahwa Waka BIN berperan dalam mengangkat kembali Kasus Fake Chat HRS melalui Fadil Imran.

Apakah Ka BIN Budi Gunawan mengetahui perihal tersebut ?

Mungkin saja BG tidak mengetahui kalau Teddy bergerak senyap.

Karena walaupun di luar mereka tampak akrab.

Tapi “Asset” berbisik, kalau Ka BIN BG dan Waka BIN Teddy berselisih faham terkait persoalan Papua dan persoalan pembelian alat Intelijen BIN baru baru ini.

BERSAMBUNG

Intelligence Quotes :

“SALAM PENGABDIAN TIADA AKHIR”

One Comment

  1. Sepertinya aneh apabila seorang kapolda tdk mengetahui sdh ada kesepakatan antara BG dan HRS. Trlbh dia ucapkan dimedia yg bisa ditonton byk orang. Wallahu alam bisawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button