Laporan KhususNasionalOperasi Kontra HRS

4. Terungkapnya Operasi Delima

Terungkapnya Operasi Delima berawal, ketika kami memeriksa seluruh data percakapan, kontak dan lainnya yang berhasil kami tarik dar Telepon Seluler mereka.

Data percakapan mereka terlihat dalam Whatsapp Group dengan nama KUJANG.

Sedangkan Nama OPERASI DELIMA didapat dari laporan Kabags Ops Delima kepada Kepala Satgas Delima. Dimana di jelaskan mereka melakukan briefing harian di Tebet Jakarta Selatan.

Terungkapnya Operasi Delima dalam WAG Kujang

Sebuah mobil Mitsubishi Xpander F 1235 KA kedapatan sedang berada di kawasan Markaz Syariah pada malam hari. Terlihat tidak wajar mobil tersebut ada di kawasan Markaz Syariah Megamendung.

BAT (Badan Anti Teror) dan BIF (Badan Intelijen Front) memeriksa kendaraan tersebut, dan mendapati ada 3 orang berada di dalam mobil tersebut. Selain itu itu didapati plat nomor yang digunakan mobil tersebut adalah plat nomor palsu.

3 orang yang mengaku Jurnalis ini memiliki Kartu Anggota BIN

Hal yang wajar ketika Tuan Rumah mendapati adanya orang asing dirumahnya kemudian menanyakan maksud ketangan orang asing tersebut.

BAT/BIF kemudian mengajak ke 3 orang tersebut ke Pos untuk ditanyakan lebih lanjut maksud keberadaan mereka di kawasan Markaz Syariah Megamendung.

BAT/BIF kemudian meminta izin kepada 3 orang tersebut untuk bisa memeriksa isi tas yang mereka bawa. Dan tanpa diduga menemukan Kartu Anggota BIN, Kartu Anggota TNI dan Kartu Identitas lainnya.

3 orang mengaku sebagai Jurnalis ini membawa Kartu Anggota BIN

Ketiga orang ini mempunyai identitas sebagai berikut :

  1. Irsyad Ibrasma, S.In.
  2. Anom Apriyanto, S.Sos
  3. Serka Dwi Waryadi
Salah satunya juga membawa Kartu Anggota TNI

Salah satu dari mereka yaitu Dwi Waryadi, adalah Anggota TNI AD berpangkat Serka.

Dwi Waryadi ini juga mempunya 2 KTP lain dengan nama yang berbeda

Mobil Mitsubishi Xpander menggunakan Plat Nomor Palsu

Mobil Mitsubishi Xpander tersebut sesuai dengan plat Nomor Aslinya, sama alamatnya dengan Dwi Waryadi

STNK Asli dimiliki Freska Amalia yang alamatnya sama dengan Dwi Waryadi.

Dilihat dari Plat Nomor Asli dan STNK, Mobil tersebut dimilik Freska Amalia, dimana alamatnya sama dengan alamat KTP Dwi Waryadi.

Alamat tersebut dapat dilihat dari KTP dan SIM C Milik Dwi Waryadi.

    Ditemukannya Kartu Anggota TNI.

    Dengan terlebih dahulu meminta izin kepada mereka, BAT/BIF memeriksa barang bawaan dalam tas mereka. Dan ternyata ditemukan Kartu Anggota BIN. Awalnya BAT/BIN agak ragu apakah merekeka BIN Asli atau Palsu. Namun ketika memeriksa identitas yang lain, ditemukan satu Kartu lain yaitu Kartu Tanda Anggota TNI AD.

    Kartu Anggota TNI AD dimiliki oleh Serka Dwi Waryadi dengan Kesatuan BIN dan Jabatan Pengolah Data Intelijen BINDA Kalimantan Selatan. Dikeluarkan di Jakarta 9 Desember 2019.

    Dan Kartu Anggota TNI AD yang lama, juga atas nama Dwi Waryadi dengan Kesatuan BA Denma Mabesad. Dikeluarkan di Jakarta, 14 Agustus 2015

    Surveillance Operation ?

    Ditemukan juga Surat Bukti Pemotongan Pajak atas Nama Serka Dwi Waryadi. Dengan Jabatan BA Denma Mabesad

    BAT/BIF menanyakan keperluan mereka berada di Markaz Syariah malam itu. Awalnya mereka mengaku sebagai Jurnalis namun ketika ditemukan Kartu Anggota BIN dan Kartu Anggota TNI AD, mereka tidak bisa mengelak lagi bahwa mereka adalah Anggota BIN.

    BAT/BIF kemudian meminta izin untuk memeriksa isi handphone mereka. Untuk memastikan, apakah benar mereka Jurnalis. Ditemukan juga Drone yang besar kemungkinan dipakai untuk mengawasi Markaz Syariah Megamendung.

    Ada Drone dan Uang Cash dalam Amplop Coklat

    Banyak temuan temuan mengejutkan yang di dapat dari bawaan mereka, selain ditemukannya Drone untuk Surveillance, ditemukan juga sebuah amplop yang berisi uang pecahan 100 ribu.

    Mereka tidak mau menunjukkan isi dari Memory Card yang ada didalam Drone tersebut. Tapi BAT/BIF berhasil meminta telepon selular mereka untuk diperiksa. Dan hasilnya… MENGEJUTKAN.

    Serka Dwi Waryadi menunjukkan Plat Nomor Asli yg dipalsukan

    BAT/BIF segera menghubungi Tim kami untuk bisa menelusuri data yang berhasil disalin dari telepon seluler mereka. Malam itu kami langsung mempelajari semua data yang berhasil di salin dari telepon selular mereka.

    Malam itu Tim kami segera mempelajari data yang ada dan lakukan pendalaman. Dan menemukan bahwa 3 orang tersebut merupakan bagian dari puluhan  Intelijen yang tergabung dalam Operasi Delima.

    Operasi Delima ?

    3 Hari sebelum pembantaian 6 Laskar terjadi, 3 orang ini melakukan surveillance di Markaz Syariah Megamendung. Walaupun awalnya mengaku sebagai Jurnalis tapi setelah didapati Kartu Anggota TNI dan Kartu Anggota BIN, mereka tidak bisa mengelak bahwa mereka Anggota BIN yang tengah melakukan pengintaian.

    Setelah melakukan penelusuran data malam itu, Tim kami akhirnya bisa menyimpulkan bahwa ketiga orang tersebut adalah Anggota BIN yang melaksanakan Operasi Khusus Pengintaian dan sabotase dengan Kode Operasi Delima.

    Selain daftar kontak yang ada di telepon selular mereka, Tim kami juga mendapati percakapan Whatsapp Group Kujang Operasi Delima. Dari daftar kontak group ditemukan bahwa ada 4 unsur dalam Operasi Delima tersebut, TNI-Polri-Alumni STIN dan Informan BIN.

    If possible, a pattern a sabotage of access to logistic that is not permanent road can be considered. ( Andre / Operasi Delima )

    Beberapa rencana sabotase juga ditemukan dalam percakapan Whatsapp Group Kujang Operasi Delima, dan sabotase itu benar benar terjadi. Sehari setelah BAT/BIF memergoki 3 Anggota BIN tersebut, terjadi intimidasi terhadap Ustadz Slamet Ma’arif.

    Lalu bagaimanakah detail dari Operasi Delima ini ?

    Selanjutnya di OPERASI DELIMA   (oscar/zulu)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button